Adakah Yang Lebih Dirindukan?

author

Adakah yang lebih dirindukan?

Saat nostalgia masa kecil menelusup dalam pikiran. Memberikan jeda sejenak 'tuk diri yang membutuhkan ketenangan. Mengingatkan akan banyaknya kesalahan.

Kembang api dan petasan, tanda tangan usai kultum subuh, hidangan saat berbuka dan sahur. Semua itu tak akan pernah bisa terlupakan.

Adakah yang lebih dirindukan?

Saat satu keluarga kembali bersatu. Melepas rindu karena jarak yang tak kunjung memberi restu. Saling meminta dan memberi maaf atas kesalahan di masa lalu.

Obrolan saat berbuka, ketukan pintu pada pukul tiga, ajakan untuk sholat bersama. Semua itu akan tetap terpatri dalam memori.

Adakah yang lebih dirindukan?

Saat pintu ampunan dari-Nya dibuka lebar-lebar. Kesempatan untuk menambah bekal di kemudian hari terpampang nyata. Dengan berkali-kali lipat pahala sebagai ganjarannya.

Mengadu kepada Ilahi Rabbi di sepertiga malam-Nya, menahan nafsu, lapar, dan dahaga karena-Nya, menunaikan sholat sunah yang pahalanya dihitung seperti orang yang beribadah semalam suntuk.

Adakah yang lebih dirindukan?

Saat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan datang menghampiri. Para malaikat turun ke bumi. Rahmat-Nya akan didapatkan bagi manusia yang mengisi ibadah pada malam itu dengan sungguh-sungguh.

Masjid-masjid dipenuh oleh insan yang ingin menghabiskan malam-malam terakhir dengan ramadhan. Sungguh, dalam hati mereka masih ingin memeluk erat ramadhan dalam dekapan. Penantian selama sebelas bulan lamanya dan baru saja terealisasikan akan segera usai.

Adakah yang lebih dirindukan?

Kurasa tidak ada. Siapa yang dapat menjamin umur kita akan sampai pada ramadhan tahun depan? Siapa yang dapat menjamin ramadhan tahun depan masih dengan suasana yang sama, tidak kehilangan satu pun orang-orang yang bersama kita di ramadhan tahun ini. Dan, siapa yang dapat menjamin dosa-dosa kita terampuni jika kita lebih sibuk berbuat maksiat daripada menambah pahala.

Ramadhan masih tersisa beberapa hari lagi, kawan. Jangan sia-siakan. Karena suatu amalan itu dinilai pada akhirnya. Jika kau kehilangan awalnya, maka jangan sia-siakan hari-hari terakhir ini.

Kejarlah!

Sekarang,

atau

tidak sama sekali.



Cirebon, 21 Ramadhan 1440 H

Choose your Reaction!
guy rocket
arrow