Hijrah : Aku yang dulu bukanlah yang sekarang

author

Hijrah : Maafkan aku yang dulu


Banyak dari kita seringkali mendengar kata Hijrah, biasanya Hijrah identik dengan perjalanan seseorang yang pada awalnya selalu berada dalam keburukan kemudian berubah menuju kebaikan. Rasulullah SAW pun melakukan perjalanan dari Mekkah menuju Madinah dinamakan adalah sebuah proses Hijrah.


Hijrah adalah keluar dari darul kufur menuju darul islam (as-syakhsiyyah al-islamiyah,II/276). Ibnu Hajar Al-asqalani di dalam kitab fath al-bari syarah sahih bukhari dan juga al-aqlami yang dikutip dalam aub al-ma'bud menjelaskan Hijrah terbagi menjadi dua bagian yaitu hijrah zahirah dan bathiniyah.


Hijrah bathiniyah adalah meninggalkan apa saja yang diperintahkan oleh hawa nafsu yang selalu memerintahkan keburukan (nafsul ammarah) dari bisikan setan.  Sedangkan Hijrah zahirah lari untuk menyelamatkan agama dari fitnah (al-firar bi ad-din min al-fitan).


Oleh karenanya Hijrah boleh dimaknai sebagai sebuah momentum perubahan dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari segala bentuk kejahilan menuju kepada Islam, dan dari masyarakat yang jahiliyyah menuju masyarakat Islam.


Allah SWT berfirman:


اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا  وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ  اُولٰٓئِكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗ   وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ


"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 218)


Namun kawan tau kah bahwasanya Hijrah bukanlah hal yang mudah seperti membolak-balikan telapak tangan, ada perjuangan yang harus kita tempuh dan pengorbanan yang harus kita korbankan


Belajar dari kisah Ashabul Kahfi, bagaimana kita tau bahwa 7 orang pemuda melarikan diri dari kotanya karena penguasa yang dzalim kala itu dan kemudian bersembunyi di dalam gua bersama anjingnya dengan semata mata untuk menyelamatkan agamanya.


Dan taukah bagaimana Nabi Musa AS melarikan diri bersama kaumnya yaitu bani israil dari kejaran Fir'aun yang kejam semata-mata hanya untuk menyelamatkan Agamanya.


Kemudian bagaimana perjuangan dan pengorbanan baginda kita Nabi Muhammad SAW ketika berpindah dari tanah kelahirannya yang ia cintai karena kedzaliman yang sudah tak bisa dihentikan lagi yaitu oleh para penguasa mekkah saudaranya sendiri kepada dirinya dan umat semata-mata untuk menyelamatkan Agama.


Oleh karena itu ketika kita ingin menempuh jalan yang lebih baik yaitu jalan yang Allah SWT Ridhoi, maka disitu harus ada pengorbanan serta perjuangan, kita harus rela mengorbakan harta, jiwa maupun raga demi meraih ridho Allah SWT


Nyatanya realitas para pemuda saat ini begitu memprihatinkan, virus "Krisis Identitas" menggerogoti diri mereka. Yaitu krisis Identitas sebagai seorang Muslim yang mana segala standar kehidupannya haruslah berdasarkan pada pencapaian Ridho Allah SWT.


Pemuda saat ini hanya disibukan dengan hal-hal yang melalaikan seperti main Mobile Legend, PUBG, tiktokan, nonton FTV, pacaran dll. Membuat komplikasi virus " Krisis Identitas" ini sangat memprihatinkan


Krisis identitas ini lah yang benar-benar merusak khusus kepada para pemuda sebagai generasi penerus, ketidaksadaran dirinya bahwa hakikatnya dia adalah seorang muslim adalah faktor utama, sehingga enggan menjadikan Islam sebagai jalan hidupnya bahkan kadang malu menunjukan identitas islamnya bahkan cenderung ditutupi.


Masa muda atau biasa disebut masa remaja juga adalah masa transisi menuju kepada proses kedewasaan yaitu dengan cara pencarian jati diri. Dengan semakin berkembangnya akal maka sudah selayaknya tinggalkanlah hal-hal yang tak berguna juga dosa.


Karena mau sampai kapan kita selalu berada di dalam kelalaian dan kemaksiatan, padahal semakin bertambah usia semakin tua dan semakin mendekati ajal.


Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim)


Sebagai seorang pemuda yang mulai sempurna akal dan fikirannya sudah sepatutnya kita untuk memilih jalan untuk ber-Hijrah dari keburukan menuju kebaikan, dari bergelimang dosa menjadi pemburu pahala karena Allah SWT berjanji dalam Firmanya bagi sesiapa yang menempuh jalan untuk ber-Hijrah


Allah SWT berfirman:


اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ ۙ  اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ


"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."

(QS. At-Taubah 9: Ayat 20)


Kuliah, Lulus, Kerja, Menikah, Tua, Mati, hanya seperti itu sajalah hidupmu wahai para pemuda? Membosankan sekali. Maka mau sampai kapan kalian seperti ini bila tidak ber-Hijrah ke jalan Allah SWT.


Hijrah merupakan suatu proses mulia, dengan cara inilah diri kita mau belajar sehingga menjadi muslim yang mempunyai visi dan tujuan hidup terarah, karena sejatinya sebagai seorang muslim kita harus mengetahui dari mana kita, untuk apa kita hidup dan akam kemana kita setelah mati.


Memang tidaklah mudah dalam proses hijrah, banyak caci maki dari kawan yang dulunya maksiat bareng misal "Sok suci lu", " Cari muka lu ya","biar di bilang sholeh" dan berbagai caci-makian lainnya bahkan sampai di jauhi. Sejatinya itulah ujiannya karena Rasul SAW sudah mengabarkan dalam hadistnya.


Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ


“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).


Namun ketahuilah Allah SWT akan memberikan dan melimpahkan Rahmat-Nya bagi seseorang yang ber-Hijrah. Yuk berhijrah taat tanpa nanti, taat tanpa tapi, dan katakanlah pada mereka yang mencaci "Maaf kawan ku yang dulu bukanlah yang sekarang"


Choose your Reaction!
guy rocket
arrow