Menjaga Untuk yang Selalu Terjaga

author

Ada yang diam-diam menyebut namamu dalam do'a; menjagamu lewat do'anya namun berusaha menolak rindu dan mengubah rasa yang sempat ada menjadi tawar sebab bukanlah haknya. ***

.

.

Lantas, ketika tak sengaja bertemu ia mencoba biasa saja. Ia tak menampakkan apa yang terasa di hatinya.

.

.


Memang, keinginan itu menggebu dan sulit ditakhlukkan. Ingin terkadang seperti remaja pada umumnya, berbagi kasih sayang dan cinta tanpa lagi peduli tentang ilmu hati yang pernah dipelajari. Namun iman di dadanya mencengkeram kuat sehingga takutlah dirinya terhadap keinginannya itu.

.

.

Sebenarnya, ia sangat merasa malu sebab sempat pula berkeinginan jauh, berandai-andai; andai menjadi milikku, andai aku bersamanya saat ini, andai kelak aku menikah dengannya, andai kelak menempuh suka-duka bersama dengan buah cinta.. Andai.. Andai... Dan berakhir lalai..

.

.

Dengan rasa malunya.. Ia tunduk dalam doa. Bukan meminta agar didekatkan pada kecenderungan hatinya. Ia meminta kepada Allah agar hati yang sempat lalai itu kembali terjaga. .

.

Tertatih ia merindukan. Tertatih pula mengiba kepada Allah untuk dikuatkan.. Ia tetap berjuang kendati detik berubah menjadi menit, menit menjadi jam, jam menjadi hari, hari menjadi minggu..bulan..dan tahun..

.

.

Hingga pada akhirnya, perasaan yang terjadi sebab tak tunduknya pandangan mata itu benar-benar kembali pada titik semula—tanpa rasa. .

Choose your Reaction!
guy rocket
arrow