Pelangi Dibalik Hujan

author

Di saat bumi merintih, terluapkan tangisnya
Begemuruh akbar tak tentu arah
Menumpahkan semua yang dikandungnya
Hingga akhirnya, hanya bisa pasrah membiarkan semua mengalir
Sampai waktu menghentikannya


Persis, itulah analogi kisah ini
Detik demi detik, silih berganti, tanpa berkenalan dengan sang situasi
Sesak dada, pilu mengiris jiwa
Berbalut asa serta kerinduan
Menanti dalam ketidakpastian yang entah kapan usai
Kepadanya yang belum tentu sama jua


Dari kejauhan, pelupuk mata ini berkaca-kaca membisu
Menahan rasa yang terpendam dalam, sangat dalam
Kalbu merintih hingga terisak, bahkan tak terkira air mata menghiasi pipi
Ah, apalah daya diri ini!
Seonggok tubuh yang diberikan ruh dari-Nya
Sungguh tak pantas memadu kasih yang belum saatnya
Apalagi sampai menuai murka-Nya


Maka, biarkanlah hujan membawa rasa itu
Atau mungkin menghapus benih-benih cinta yang melekat kokoh
Hingga suatu saat tiba, harapan di ujung tanduk, batas waktu telah terbayar
Maka pelangi muncul menghiasi hati yang telah lama mengubur rasa
Membunuh semua kerinduan dan penantian
Entah memang dia, ataupun dia yang lain


(Kepahiang, Januari 2016)


Choose your Reaction!
guy rocket
arrow